MAKALAH
PEMANFAATAN SARANA TIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Ahmad Yogi
1401402224
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
MATEMATIKA UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Esa,atas berkat dan rahmat-Nya
sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas Makalah ini yang berjudul
“PEMANFAATAN SARANA TIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA”.akhirnya makalah ini
bisa terselesai dengan tepat waktu.
Sebagaimana objek-objek matematika
yang bersifat abstrak, hal demikian berpotensi akan memunculkan berbagai
kesulitan dalam mempelajarinya, terutama bagi siswa di kelas tingkat rendah,
mengingat mereka pada umumnya belum mampu berpikir secara abstrak. Fakta
demikian mendorong perlunya media pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman
visual kepada siswa dalam berinteraksi dengan objek-objek geometri yang
bersifat abstrak tersebut.
Perkembangan teknologi yang pesat
membuka peluang dan jalan baru dalam mengerjakan banyak hal, termasuk untuk mengembangkan
dunia pendidikan. Saat ini telah banyak berkembang berbagai teknologi yang
dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dunia pendidikan, termasuk untuk
menunjang pembelajaran matematika, yakni sebagai media pembelajaran matematika.
Penulis
menyadari akan keterbatasan dan kekurang dari makalah ini,baik dari segi
penulisan serta kata-kata yang dimuat dalam makalah ini.terutama dalam isi dari
makalah ini agar mohon dima’afkan. Maka penulis sangat mengharapkan kritik dan
saran yang membangun demi memperbaiki makalah ini.
Penulis
juga sadar akan bantuan dari berbagai pihak demi memperlancar dalam penyusunan
makalah ini maka dari itu penulis mengucapkan terimakasi kepada pihak-pihak
yang membantu dalam proses pembuatan makalah ini,secara khusus penulis mengucapkan
terimakasih kepada dosen mata kulia “Pengetahuan Komputer”, karena dengan
memberikan tugas seperti ini bisa menambahkan wawasan bagi saya.
Akhir
kata sekian dan terimakasi!
Palopo,
28 Oktober 2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB II PEMBAHASAN
A.
Kalkulator
dalam Pembelajaran Matematika
B.
Komputer
sebagai media pembelajaran matematika
C.
Internet
sebagai media pembelajaran matematika
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
UU
No 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat 1 menyatakan
bahwa “Standar sarana dan prasarana pendidikan mencakup ruang belajar, tempat
berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja,
tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, dan sumber belajar lain yang
diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi”. Lebih lanjut, dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan diperjelas
bahwa yang dimaksud dengan standar sarana dan prasarana adalah kriteria minimal
tentang sarana dan prasarana sebagaimana termuat dalam undang-undang di atas.
Standar tersebut dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan
ditetapkan dengan Peraturan Menteri. Dalam Peraturan Menteri No 24 Tahun 2007
tentang Standar Sarana dan Prasarana dirinci sarana prasarana yang dibutuhkan
oleh satuan pendidikan, seperti laboratorium komputer dan kelengkapannya. Dalam
Peraturan Menteri tersebut yang dimaksud dengan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) adalah satuan perangkat keras dan lunak yang
berkaitan dengan akses dan pengelolaan informasi dan komunikasi untuk mendukung
pembelajaran. Sejak tahun 2005 pemerintah juga meluncurkan program pengembangan
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang didalamnya menaruh
perhatian yang tinggi terhadap penggunaan teknologi. Salah satu kompetensi yang
harus dimiliki oleh guru yang mengajar di RSBI adalah mampu menggunakan TIK
dalam proses pembelajaran, lihat Panduan Penyelenggaraan Program R-SMA-BI
(2009) dan Panduan Pelaksanaan R-SMP-BI (2008). Hal-hal di atas menunjukkan
bahwa pemerintah menyadari akan pentingnya pemanfaatan TIK sebagai media dalam
proses pembelajaran.
Di
negara-negara maju TIK menjadi sarana penting dalam proses pembelajaran,
termasuk pembelajaran matematika. Sebagai contoh, National Council of
Teachers of Mathematics (NCTM), sebuah kelompok profesional guru-guru
matematika di Amerika Serikat menyatakan bahwa ”Teknologi merupakan sarana yang
penting untuk mengajar dan belajar matematika secara efektif; teknologi
memperluas matematika yang dapat diajarkan dan meningkatkan belajar siswa”,
lihat www.nctm.org/about/position_statement/position_statement_13.htm.
Pernyataan
ini menunjukkan betapa besarnya perhatian penggunaan teknologi dalam proses
pembelajaran matematika di sekolah. NCTM memberi perhatian terhadap pentingnya
teknologi dengan menjadikan teknologi sebagai salah satu dari enam prinsip
dalam dokumen Principles and Standards for School Mathematics, lihat
van der Wall (2007). Pernyataan posisi NCTM dalam kaitannya dengan teknologi
cukup jelas, lihat Ball & Stacey (2005):
Teknologi
merupakan sarana yang penting untuk belajar dan mengajar matematika. Penting
untuk tidak memikirkan teknologi sebagai beban tambahan dari daftar apa-apa
yang akan dicapai di dalam ruangan kelas anda. Sebaliknya teknologi seharusnya
menjadi alat alternatif dari sekian banyak alat yang ada untuk membantu anak
belajar matematika. Dilihat sebagai bagian utuh dari alat-alat pembelajaran
anda, teknologi dapat memperluas lingkup materi pelajaran yang dapat dipelajari
siswa dan dapat memperluas masalah yang dapat dikerjakan oleh siswa.
Sarana
TIK perlu digunakan seoptimal mungkin untuk mendukung kegiatan pembelajaran
matematika. Kondisi saat ini masih banyak guru yang belum memanfaatkan TIK
sebagai media pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan tidak semua sekolah
memiliki sarana TIK yang memadai atau masih banyak guru yang belum menguasai
TIK khusunya komputer dan internet. Makalah ini akan membahas peranan TIK dalam
pembelajaran matematika. Diharapkan pembaca, khususnya para guru, dapat
mengambil manfaat untuk selanjutnya dapat memanfaatkan TIK dalam pembelajaran
matematika.
BAB
II
PEMBAHASAN
Banyak
sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dapat digunakan sebagai
media pembelajaran matematika, tetapi dalam pembahasan ini akan dibatasi pada
sarana TIK berupa kalkulator, komputer dan software yang terkait, dan internet.
Berikut ini akan dibahas hal-hal yang terkait dengan pemanfaatan sarana TIK
tersebut dalam pembelajaran matematika.
A. Kalkulator
dalam Pembelajaran Matematika
Sejak
1976, NCTM telah mempublikasikan bermacam–macam artikel, buku–buku, dan
pernyataan posisi, yang menyarankan penggunaan kalkulator secara reguler dalam
pengajaran matematika pada semua tingkatan. Pada pernyataan posisinya tahun
2005 tentang perhitungan dan kalkulator, NCTM menjelaskan pandangannya
bahwa ada tempat yang penting dalam kurikulum untuk pengunaan
kalkulator dan pengembangan berbagai jenis keterampilan perhitungan (www.nctm.org). Sayangnya penggunaan kalkulator setiap hari di
masyarakat, dan juga dukungan profesional untuk penggunaan kalkulator di
sekolah, kurang mendapat sambutan di ruang kelas matematika, terutama pada
tingkat sekolah dasar. Banyak guru dan orang tua siswa yang belum sepaham
terhadap penggunaan kalkulator dalam pelajaran matematika di sekolah dasar dan
menengah. Mereka yang tidak setuju dengan penggunaan kalkulator umumnya
khawatir bahwa kalkulator dapat merusak pemahaman siswa terhadap matematika.
Alasan ini benar apabila kalkulator tidak tepat penggunaannya. Bagi mereka yang
mempunyai pemahaman yang benar mereka akan mendukung penggunaan kalkulator di
sekolah dasar dan sekolah menengah.
Berikut
ini beberapa keuntungan penggunaan kalkulator dalam pembelajaran matematika.
1. Kalkulator
Dapat Digunakan untuk Mengembangkan Konsep
Kalkulator
bisa berarti lebih dari sekedar alat untuk menghitung. Kalkulator juga dapat
digunakan secara efektif untuk mengembangkan konsep. Adding It Up:
Helping Children to Learn Mathematics (NRC, 2001) memuat beberapa
penelitian jangka panjang yang telah menunjukkan bahwa siswa kelas 4 – 6 yang
menggunakan kalkulator meningkat pemahaman konsepnya. Kegiatan untuk
mengembangkan konsep dengan kalkulator disarankan terutama dalam lingkup
bilangan dan perhitungan. Berikut adalah contoh penggunaan kalkulator untuk
menemukan bilangan yang dikalikan dengan bilangan tersebut dapat menghasilkan
43. Dalam hal ini, siswa dapat menekan 6.1 x = untuk
mendapatkan kuadrat dari 6.1. Untuk siswa yang baru saja mengerti bilangan
desimal, aktivitas akan menunjukkan bahwa bilangan-bilangan seperti 6.3 dan 6.4
terletak diantara 6 dan 7. Selain itu, 6.55 adalah antara 6.5 dan 6.6. Untuk
pelajar yang sudah mengerti bilangan desimal, aktivitas yang sama menyajikan
pengenalan yang penuh arti dan konseptual tentang akar kuadrat.
2. Kalkulator
Dapat Digunakan untuk Drill
Kalkulator
adalah alat yang sangat baik untuk drill yang tidak memerlukan komputer atau
software. Sebagai contoh, siswa ingin yang ingin mencoba perkalian dengan 7
dapat menekan 7 x 3 dan kemudian berhenti sebelum menekan = .
Tantangannya adalah mencari jawabannya sebelum menekan tombol = .
Bilangan-bilangan yang merupakan kelipatan dari 7 dapat diperoleh dengan
menekan faktor kedua dan menekan = . Kalkulator tidak selalu tepat
digunakan. Sebagai contoh misalkan sebuah kelas dibagi menjadi dua kelompok,
satu bagian menggunakan kalkulator dan bagian lainnya menggunakan pengitungan
langsung. Untuk 3000 + 1765, kelompok yang menghitung langsung selalu menang. Kelompok
tersebut juga memenangkan perhitungan fakta-fakta sederhana dan berbagai macam
masalah yang dapat dihitung secara mental oleh siswa. Tetapi tentu saja banyak
sekali perhitungan, seperti 537 x 32, dimana mereka yang menggunakan kalkulator
akan menang. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa pelajar dengan kemampuan
rata-rata, penggunaan kalkulator meningkatkan keterampilan dasar (NRC, 2001).
3. Kalkulator
Meningkatkan Pemecahan Masalah
Beberapa
penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan kalkulator memperbaiki kemampuan
pemecahan masalah dari pelajar pada segala tingkatan untuk semua kelas (NRC,
2001). Mekanisme perhitungan kadang dapat memecah perhatian siswa dari problem
yang mereka kerjakan. Sambil memahami arti dari operasi, siswa harus diperkenalkan
dengan masalah nyata dengan bilangan-bilangan yang realistik. Bilangannya
mungkin di atas kemampuan mereka untuk menghitung, tetapi kalkulator membuat
masalah nyata ini dapat diselesaikan.
4. Kalkulator
Menghemat Waktu
Perhitungan
dengan tangan akan memakan waktu, terutama untuk siswa usia dini yang belum
mengembangkan penguasaan teknik-teknik perhitungan. Kalkulator dapat menghemat
waktu untuk membantu menghitung pada kegiatan pembelajaran dimana kemampuan
berhitung bukan menjadi tujuan utamanya, misalnya menghitung rata-rata, mencari
persentase, mengubah bentuk pecahan ke bentuk desimal, dll.
Berikut
ini beberapa contoh dimana penggunaan kalkulator akan memberi manfaat, lihat
Sobel dan Maletsky (2001).
a)
Bilanngan
Prima
Untuk
mengecek apakah sebuah bilangan merupakan bilangan prima cukup diperiksa dengan
membagi bilangan tersebut dengan bilangan-bilangan prima yang lebih kecil dari
akar kuadrat bilangan tersebut. Untuk memeriksa apakah 677 merupakan bilangan
prima cukup memeriksa bilangan-bilangan prima yang kurang dari 26 sebagai
faktor. Dengan menggunakan kalkulator dengan mudah dapat diketahui bahwa
bilangan-bilangan prima 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, dan 23 bukan faktor dari
677.
b)
Desimal
Berulang
Desimal
berulang merupakan sebuah sumber aktivitas yang kaya untuk penggunaan
kalkulator di dalam kelas. Jika bilangan-bilangan 1 sampai 3 dibagi dengan 9,
maka pada layar kalkulator akan muncul
1/9
.1111111111
2/9
.2222222222
3/9
.3333333333
Dengan
melihat polanya, dapat diduga pembagian bilangan 4 sampai 8 dengan 9. Aktivitas
yang menarik bagi siswa adalah mereka disuruh menduga hasil-hasil dari
100
dibagi dengan 9
2000
dibagi dengan 9
3,000,
000 dibagi dengan 9
Setelah
itu para siswa dapat mengecek hasilnya dengan kalkulator.
Penggunaan
kalkulator dapat juga untuk menyelidiki desimal berulang yang dibentuk oleh
pembagian 13 dengan 99, 999, dan 9999. Pada layar kalkulator akan muncul
13/99
.1313131313
13/999
.013013013
13/9999
.001301013
Siswa
akan dapat menemukan pola dalam pembagian-pembagian di atas. Dengan kalkulator
siswa dapat juga menemukan pola dari pembagian, misalnya pembagian
bilangan-bilangan asli secara berurutan dengan 11.
c)
Kekonvergenan
Rasio
Kalkulator
dapat digunakan untuk menyelidiki persoalan konvergensi yang menarik yang
melibatkan pecahan. Mulai dengan sebuah pecahan antara 0 dan 1. Tambahkan
pembilang dan penyebut untuk membentuk penyebut yang baru, dan tambahkan
penyebut yang baru ini dengan penyebut semula dan hasilnya digunakan sebagai
pembilang yang baru.
B. Komputer
sebagai media pembelajaran matematika
Komputer
dan software-software tertentu merupakan sarana yang sangat bermanfaat untuk
proses pembelajaran matematika. Software standar yang biasanya terinstall pada
sebuah komputer/laptop adalah Microsoft Office yang di dalamnya antara lain
memuat Microsoft Word, Microsoft Power Point, dan Microsoft Excel, dan
lain-lain. Microsoft Word utamanya akan membantu guru dalam pengetikan
naskah-naskah, termasuk naskah matematika. Dengan Microsoft word guru dapat
dengan mengembangkan bahan ajar, lembar kerja siswa, instrumen evaluasi dan
lain-lain.
Microsoft
Power Point memberikan kemudahan bagi guru untuk membuat bahan presentasi yang
baik yang dapat memperjelas penyajian suatu materi pelajaran. Dengan PowerPoint
dimungkinkan untuk menyajikan bahan presentasi berupa objek teks (termasuk
rumus-rumus matematika), grafik,video, suara, dan objek-objek lainnya. Program
animasi dalam PowerPoint juga sangat bermanfaat bagi proses pembelajaran
matematika, misalnya dalam geometri.
Microsoft
Excel merupakan sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheetyang
memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik. Microsoft Excel menyediakan
banyak formula yang terkait dengan matematika sekolah seperti aljabar,
trigonometri, ilmu bilangan, matriks, statistik, dan lain-lain. Microsoft Excel
akan berguna sebagai alat bantu untuk menjelaskan konsep atau pemecahan
masalah. Sebagai contoh, di SMA dipelajari metode-metode untuk menyelesaikan
sistem persamaan linier yaitu metode eliminasi, substitusi, dan menggunakan
matriks. Untuk sistem persamaan linier dengan dua variabel, penggunaan ketiga
metode tidak mengalami kendala, tetapi untuk sistem persamaan linier dengan
tiga variabel atau lebih penggunaan matriks akan menimbulkan kesulitan dalam
menghitung invers matriks. Dengan bantuan Microsoft Excel kesulitan perhitungan
dapat diatasi.
Selain
Microsoft Office software yang berguna untuk pembelajaran matematika adalah
MAPLE, MATLAB, GEOGEBRA, SPSS, dan lain-lain. MAPLE memiliki keunggulan untuk
matematika simbolik, sedangkan MATLAB mempunyai keunggulan numerik, GEOGEBRA
berguna untuk geometri dan aljabar, dan SPSS lebih sesuai untuk statistik.
MAPLE
dapat digunakan sebagai media untuk menjelaskan banyak topik dalam matematika
sekolah seperti menyelesaikan persamaan kuadrat, polinom, sistem persamaan
linier, untuk perhitungan dengan matriks, deret, dan masih banyak lagi. Maple
dapat digunakan untuk membuat grafik fungsi dalam ruang dua atau tiga dimensi
yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, juga dapat dibuat animasi.
Fasilitas ini akan dapat membantu siswa memahami konsep matematika yang
diajarkan. Software MATLAB kurang lebih dapat memiliki fungsi yang sama
sebagai media pembelajaran matematika sekolah.
Software
SPSS dapat membantu siswa memahami konsep-konsep statistika. Sebagai contoh
anggap siswa diberikan tiga kelompok data X, Y, dan Z sebagai berikut:
X:
1, 2, 2, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 6, 6, 7
Y:
1, 2, 2, 2, 2, 2, 2, 3, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 6
Z:
1, 2, 2, 3, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 5, 5
Dengan
mudah siswa SMP atau SMA dapat menghitung rata-rata dan mediannya, yakni
|
X
|
Y
|
Z
|
|
|
Rata-rata
|
4
|
3.12
|
3.47
|
|
Median
|
4
|
3
|
4
|
Siswa
akan kesulitan untuk mengetahui hubungan antara rata-rata dan median suatu
kelompok data tanpa visualisasi. Dengan bantuan SPSS kepada siswa dapat
ditunjukkan histogram masing-masing kelompok data.
C. Internet
sebagai media pembelajaran matematika
Internet
memberi sumber yang kaya akan materi pembelajaran matematika sekolah. Banyak
diantaranya dapat didownload secara bebas untuk diadopsi atau diadaptasi
sebagai bahan ajar matematika di sekolah. Banyak pula aplikasi berbasis
internet atau applet yang dapat diakses melalui web
browser. Berikut ini adalah beberapa contoh sumber dari internet yang dapat
digunakan sebagai media pembelajaran matematika.
beberapa
situs yang menarik: www.ixl.com
di
situs ini terlihat banyak sekali materi matematika dari tingkat Pra-Taman
Kanak-Kanak sampai sekolah menengah. Apabila guru menguasai TIK maka ia
akan dapat memberi petunjuk kepada siswanya dan siswa biasanya akan dengan
cepat dapat menggunakan sumber-sumber yang ada.
Contoh
lain, jika dikunjungi website http://ncalculators.com/math-calculators.html akan tampak adanya kalkulator matematika.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Teknologi
informasi dan komunikasi merupakan sarana yang penting untuk belajar dan
mengajar matematika. Kalkulator akan baik digunakan dalam proses belajar
mengajar matematika jika keterampilan perhitungan bukan menjadi tujuan utama
pembelajaran. Jika dipakai dengan benar kalkulator dapat digunakan untuk
mengembangkan konsep, untuk drill, untuk meningkatkan pemecahan masalah, dan
lain-lain. Komputer dan softwarenya merupakan sarana yang bermanfaat untuk
mengembangkan bahan ajar, untuk meningkatkan kualitas presentasi sehingga
memperjelas penyampaian materi, membantu proses perhitungan yang sulit
dilakukan secara manual, membantu menginterpretasikan suatu formula atau konsep
dalam matematika, dan lain-lain. Internet juga merupakan sarana yang sangat
penting bagi proses belajar-mengajar matematika karena melalui jaringan
internet dapat diperoleh materi-materi yang dapat diadopsi atau diadaptasi
menjadi bahan ajar matematika. Selain itu internet juga menyediakan applet,
yakni aplikasi berbasis internet yang berguna untuk mendukung atau sebagai
pengayaan dalam pembelajaran matematika.
DAFTAR
PUSTAKA
Ball,
L. & Stacey, K., (2005), Teaching strategies for developing judicious
technology use. In W.J. Masalski & P.C. Elliot, Technology-supported
mathematics learning environments, hal. 3-15, Reston, VA: National Council
of Teacher of Mathematics.
National
Research Council, (2001), Adding It Up: Helping Children to Learn
Mathematics.
Panduan
Pelaksanaan R-SMP-BI Tahun 2008, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama,
Jakarta
Panduan
Penyelenggaraan Program R-SMA-BI Tahun 2009, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Atas, Jakarta.
Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan
Menteri No 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana.
Sobel,
M.A. dan Maletsky, E.M., (2001), Teaching Mathematics, Printice
Hall, Boston.
Van
der Wall, J.A., (2007), Elementary and Middle School Mathematics:
Teaching Developmentally, Pearson Education, Inc., Boston.
Undang-Undang
No. 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar